Categories
Parenting

Panduan Memilih Nama

Dalam studi di Inggris pada Mei 2010 terhadap 3.000 orangtua terungkap, 1 dari 5 orangtua menyesali nama yang mereka berikan pada anak mereka. Nah, untuk itu sebaiknya Mama Papa tidak terburu-buru dalam menentukan nama yang akan disandang oleh anak kelak saat ia lahir. Sebagai pertimbangan, gunakan panduan seperti berikut ini: 1. Cari tahu artinya. Kadang, nama/kata yang unik bisa muncul begitu saja di benak Mama atau Papa. Boleh saja digunakan untuk memberi nama anak, tapi pastikan Mama mengetahui artinya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Dengan mengetahui makna/ artinya, Mama bisa memastikan nama tersebut memiliki makna positif. Jangan sampai kata/nama tersebut memiliki konotasi buruk sehingga membuat anak malu dan sedih dengan namanya ketika ia mengetahui artinya. Jika nama yang Mama pilih adalah ciptaan sendiri, misal dari gabungan nama Mama Papa, pastikan tak bermakna negatif dan cocok disandang oleh anak seumur hidupnya.

  1. Mudah diucapkan dan dituliskan. Ini dapat menghindari adanya kesalahan pelafalan atau penulisan, semisal dalam akta kelahiran, di KTP, atau hal penting lainnya yang dapat berakibat fatal. Nama yang mudah dieja dan ditulis, juga membuat anak lebih mudah mengingat dan menuliskannya, sehingga ketika memasuki usia sekolah, ia sudah bisa melafalkan dan menuliskannya. 3.

Pastikan nama anak tidak berpoternsi diejek. Tanpa disadari dan diketahui orangtua, ada anak yang menjadi korban bullying oleh teman-temannya karena namanya berpotensi untuk diejek. Misalnya, dengan menggunakan nama perempuan untuk anak laki-laki dan sebaliknya, nama yang mendekati dengan kata berkonotasi kurang bagus (seperti Banu dipelesetkan menjadi panu, penyakit kulit), dan lainnya. 4. Hindari nama anak yang terlalu panjang.

Nama anak yang panjang akan lebih sulit dituliskan secara detail pada kartu-kartu identitas seseorang, seperti akta kelahiran, KTP, SIM, dan paspor, dibanding nama yang tak terlalu panjang. Saat mengisi kolom nama di formulir wawancara kerja atau lembar ujian nasional, nama yang terlalu panjang juga akan menyulitkan anak. 5. Cek dan ricek saat mencari nama unik. Karena terdengar unik, Mama Papa bisa saja terpikir untuk memberi nama anak dengan nama daerah atau tokoh tertentu, misalnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Mother of Brainspotting Indonesia Bag2

Tapi BS bisa, sehingga BS dapat menjadi alternatif bagi pendekatan talk therapy (yang mengandalkan kata-kata/korteks) maupun bagi klien yang tidak ingin menceritakan masalahnya secara detail. BS pun ternyata banyak digunakan untuk berbagai kasus trauma, gangguan kecemasan masalah seksual masalah belajar, mental block, meningkatkan kapasitas spiritual, hingga meningkatkan kreativitas serta performa seniman dan atlet.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Teknik ini banyak digunakan di berbagai negara, seperti Amerika, Jerman, Prancis, Afrika Selatan, Hong Kong, Jepang, Australia, dan kini di Indonesia. Saya membawanya ke Indonesia melalui Komunitas BS Indonesia,” jelas Ine. Lahirnya Brainspotting Indonesia.  Atas supervisi dan juga dukungan langsung dari David Grand, “Kami bertiga akhirnya sepakat membentuk Brainspotting Indonesia, sebagai wadah bagi para professional, baik psikolog, konselor, maupun dokter, yang ingin belajar brainspotting.”

Brainspotting Indonesia juga berusaha untuk memopulerkannya ke masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan bantuan intervensi psikoterapi. Ada beberapa alasan yang membuat Ine bertiga ingin memopulerkan BS. Salah satunya, karena belum ada yang membawa teknik ini ke Indonesia, juga teknik ini cenderung cepat dan “dalam” untuk mengatasi berbagai masalah psikologis.

Selain itu, BS pas untuk mereka yang tidak mau menceritakan masalahnya kepada orang lain karena suatu hal, tapi masalahnya ingin segera dipecahkan. Jika BS telah populer di Indonesia, diharapkan tidak ada lagi masalah yang bisa menghambat manusia, khususnya anak-anak Indonesia, sehingga bangsa Indoensia bisa lebih berprestasi. “Banyak hal yang bisa diatasi dengan BS, seperti; cemas, stres, trauma, fobia, baby blues, tidak percaya diri, dan lain-lain,” terang Ine.

Bahkan, tambah Ine, BS juga bisa untuk meningkatkan performa. David Grand sendiri di Amerika, paparnya, selain menerapi untuk masalah-masalah psikologis, juga dikenal sebagai performance anxiety expert. Dia menggunakan teknik BS untuk membantu meningkatkan performa atlet dan seniman. “Karena BS baik dan positif, saya yakin perlahan-lahan dengan mengadakan seminar, edukasi, juga edukasi di media sosial, BS bisa diketahui oleh semua orang dan diakui keberadaannya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Risiko Pada Mama

# Infeksi Air merupakan media yang sempurna untuk penyebaran bakteri. Walau air disediakan dalam kondisi steril, masuknya tubuh Mama dan campur tangan petugas medis membuat kebersihan air menjadi berkurang. Terlebih pada saat mengejan, sangat mungkin kotoran dari anus Mama keluar dan me nyebar di air. Kondisi tersebut bisa saja memicu infeksi bila terjadi robekan pada otot vagina Mama atau saat air tertelan buah hati.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

# Perdarahan Bila terjadi robekan pada otot vagina setelah kelahiran, dokter tak bisa lang sung mengambil tindakan. Mama harus lebih dahulu berpindah tempat, sehingga risiko perdarahan bisa terjadi lebih parah.

# Terlalu lama berendam di dalam air. Proses persalinan bukanlah proses yang sebentar, terlebih untuk anak per tama, apalagi saat bayi mengalami hambatan di jalan lahir. Berendam di da lam air dalam waktu lama bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi Mama.

Risiko Pada Bayi

# Bayi menghirup air kolam. Saat masih di dalam kandungan, bayi bernapas melalui plasenta. Saat lahir ke dunia dan terpu tus dari plasenta, paru-paru bayi akan langsung mengembang dan bayi mulai bernapas. Bila bayi mengalami masalah yang membuatnya terhambat di jalan lahir atau tenaga medis telat mengang kat bayi dari kolam, kemungkinan besar bayi bisa menghirup air. Air yang masuk ke paru-paru sudah pasti akan menimbulkan masalah pada pernapasan bayi, bahkan berisiko kematian.

# Bayi bisa kedinginan atau kepanasan karena suhu air yang tak bisa dijaga. Beberapa tempat bersalin bahkan hanya menambahkan air termos untuk menjaga air tetap hangat. Padahal, menjaga suhu air dan ruangan agar sesuai dengan kemampuan bayi baru lahir sangatlah penting untuk membuatnya tetap dalam kondisi sehat.

# Tidak mendapat evaluasi penuh dari dokter. Pada persalinan normal, dokter/bidan bisa dengan mudah memantau jalan lahir untuk mengan tisipasi masalah yang mungkin timbul selama proses persalinan. Tak demikian halnya saat Mama berendam dalam air, karena per gerakan mereka akan sangat terbatas. Saat bayi tertahan di jalan lahir, misalnya, dokter tidak bisa dengan mudah melihat dan meng ambil tindakan. Hal-hal tersebut sudah tentu mengurangi kesejahteraan bayi selama proses kelahiran.

Categories
Parenting

Demam Tinggi: Flu Atau Campak?

Merebaknya berbagai penyakit berbahaya dengan gejala awal berupa demam tinggi, bisa jadi membuat kita langsung waspada begitu si buah hati mengalaminya. Tindakan pertama tentu membawanya ke dokter. Namun, pasti kita juga ingin terlebih dulu memprediksi agar bisa siap mengantisipasi.

Masalahnya, apa bedanya demam tinggi karena flu dengan campak? Menurut Gary W. Procop, MD, FCAP, ahli dari College of American Pathologists, demam tinggi akibat campak biasanya disertai oleh tiga gejala lain, yaitu batuk, hidung yang terus mengeluarkan cairan, serta konjungtivitis atau peradangan selaput mata. Ini akan diikuti dengan keluarnya ruam makulopapular kira-kira 14 hari setelah anak terkena virus campak.

Categories
Parenting

Berkelompok Atau Privat

1. Sesuaikan dengan budget. Belajar secara privat tentunya lebih mahal. Tetapi positifnya adalah anak akan mendapat porsi latihan dan pendampingan lebih banyak dari pelatih. 2. Sesuaikan dengan tujuan. Jika ingin si anak cepat bisa berenang, maka privat bisa menjadi pilihan. Kalau tujuannya ingin anak menikmati olahraga air dan bisa bersosialisasi dengan anak lain, belajar berenang secara kolektif da pat menjadi pilihan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Namun jika kelak arahnya si prasekolah berniat menjadi atlet atau gemar berkompetisi, berenang secara berkelompok lalu memasuki klub, adalah pilihan yang tepat. Apa pun pilihan Mama Papa, belajar berenang sebaiknya dilakukan rutin. Porsi yang paling cocok untuk usia prasekolah adalah 1–2 kali seminggu selama 30–45 menit.

Setop Gunakan Sendok Untuk Menakar Obat Anak!

Saatnya berhenti menggunakan sendok sebagai penakar obat anak-anak. Menurut studi yang dimuat di jurnal Pediatrics, standar pengukuran dengan sendok ini bisa membuat anak berisiko mengalami overdosis. “Takaran berdasarkan mililiter adalah takaran yang paling akurat untuk pemberian obat bagi anak-anak dan bisa mencegah overdosis,” kata Dr. Ian Paul, peneliti dari American Acade my of Pediatrics. Ia juga menyebutkan, berdasarkan data, kejadian overdosis obat pada anak disebabkan oleh dua hal, yaitu salah dalam menakar obat dan salah dalam menggunakan alat penakar.

Piring Makanku

Prinsip gizi seimbang bagi anak prasekolah mengedepankan konsumsi makanan beragam. Artinya, tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi. Jadi, biasakan untuk menghidangkan beragam jenis makanan agar semua gizi yang dibutuhkan tubuh terpenuhi. Semua itu bisa dijadikan dalam satu porsi sekali makan. Departemen Kesehatan RI mengeluarkan panduan “Piring Makanku” untuk anak prasekolah.

Pertama, didahului dengan imbauan untuk mencuci tangan sebelum makan, minum air putih, dan batasi gula-garam-minyak. Untuk porsi sekali makan, komposisi sayuran dan buah-buahan sebesar 50%, serta makanan pokok dan lauk-pauk sebesar 50%. Porsi sayuran dianjurkan lebih banyak daripada porsi buah dan porsi makanan pokok lebih banyak daripada lauk-pauk.

Sumber : pascal-edu.com