Categories
Parenting

Risiko Pada Mama

# Infeksi Air merupakan media yang sempurna untuk penyebaran bakteri. Walau air disediakan dalam kondisi steril, masuknya tubuh Mama dan campur tangan petugas medis membuat kebersihan air menjadi berkurang. Terlebih pada saat mengejan, sangat mungkin kotoran dari anus Mama keluar dan me nyebar di air. Kondisi tersebut bisa saja memicu infeksi bila terjadi robekan pada otot vagina Mama atau saat air tertelan buah hati.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

# Perdarahan Bila terjadi robekan pada otot vagina setelah kelahiran, dokter tak bisa lang sung mengambil tindakan. Mama harus lebih dahulu berpindah tempat, sehingga risiko perdarahan bisa terjadi lebih parah.

# Terlalu lama berendam di dalam air. Proses persalinan bukanlah proses yang sebentar, terlebih untuk anak per tama, apalagi saat bayi mengalami hambatan di jalan lahir. Berendam di da lam air dalam waktu lama bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi Mama.

Risiko Pada Bayi

# Bayi menghirup air kolam. Saat masih di dalam kandungan, bayi bernapas melalui plasenta. Saat lahir ke dunia dan terpu tus dari plasenta, paru-paru bayi akan langsung mengembang dan bayi mulai bernapas. Bila bayi mengalami masalah yang membuatnya terhambat di jalan lahir atau tenaga medis telat mengang kat bayi dari kolam, kemungkinan besar bayi bisa menghirup air. Air yang masuk ke paru-paru sudah pasti akan menimbulkan masalah pada pernapasan bayi, bahkan berisiko kematian.

# Bayi bisa kedinginan atau kepanasan karena suhu air yang tak bisa dijaga. Beberapa tempat bersalin bahkan hanya menambahkan air termos untuk menjaga air tetap hangat. Padahal, menjaga suhu air dan ruangan agar sesuai dengan kemampuan bayi baru lahir sangatlah penting untuk membuatnya tetap dalam kondisi sehat.

# Tidak mendapat evaluasi penuh dari dokter. Pada persalinan normal, dokter/bidan bisa dengan mudah memantau jalan lahir untuk mengan tisipasi masalah yang mungkin timbul selama proses persalinan. Tak demikian halnya saat Mama berendam dalam air, karena per gerakan mereka akan sangat terbatas. Saat bayi tertahan di jalan lahir, misalnya, dokter tidak bisa dengan mudah melihat dan meng ambil tindakan. Hal-hal tersebut sudah tentu mengurangi kesejahteraan bayi selama proses kelahiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *