Categories
News

Duit Elektronik bag5

Sama seperti kita dulu tidak perlu menegas-negaskan apakah akan membayar dengan uang kertas atau uang logam. Nah, apa jadinya dengan ”rumus” bahwa tiada yang bermakna di luar wacana? Kiranya bukan rumusan tersebut yang tidak berlaku lagi, melainkan bahwa makna ”uang” tidak lagi bergantung pada ”benda-benda” seperti kertas merah bergambar Sukarno-Hatta atau koin logam dengan lambang negara Garuda Pancasila, melainkan suatu kontrak budaya tersepakati bahwa terdapat nilai fnansial teralihkan, tepatnya terbayarkan tunai, ketika angka-angka tertentu diketik pada mesin gesek di meja kasir.

Bagi kelompok sosial tertentu, kata-kata seperti ”punya duit” dan ”tidak punya duit” memang terhubungkan dengan fakta nominal akurat sampai ke titik-komanya—tanpa keterlibatan uang kertas ataupun uang logam secuil pun. Dalam hal ini, kata uang jelas masih menjadi penanda bagi nilai fnansial yang sama, tapi merupakan pergeseran bahasa pula betapa uangnya tidak (perlu) ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *