Categories
News

Utang Emas Dibayar Lunas Bag7

Pemain senior ini, misalnya, selalu meminta porsi latihan yang sama dengan juniornya, Tontowi, Praveen, dan Debby. ”Padahal biasanya tidak begitu,” kata Richard. ”Misalnya soal circuit drilling. Kalau biasanya tiga ronde, dia minta empat. Di stroke drilling juga. Kadang saya bilang cukup, dia yang bilang belum.” Richard menduga gairah besar Liliyana didorong oleh motivasi untuk merebut emas Olimpiade yang belum pernah diraihnya. ”Mungkin selama ini dia jenuh juara terus di turnamen internasional. Tapi ini Olimpiade, yang belum pernah ia juarai,” katanya.

”Jadi dia seperti kembali menemukan semangat baru.” Sebelumnya, Liliyana, dengan pasangan berbeda, memang sudah meraih banyak gelar juara, termasuk kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan sederet trof turnamen bergengsi super series. Kini ia berhasil menyempurnakan deretan gelarnya itu dengan sebuah emas Olimpiade. Liliyana dan Tontowi pun berhak atas bonus Rp 5 miliar dari pemerintah. Tapi bukan bayangan soal bonus itu yang membuat keduanya merasa spesial. Emas itu bisa mereka raih tepat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia. ”Saya enggak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Tontowi.

Categories
Resep

Pentol Saus Oriental Pedas ala Cafe Instagramable di Jakarta

Pentol Saus Oriental Pedas ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 300 gr daging giling 100 gr tetelan, cincang 3 sdm bawang putih goreng, haluskan 200 gr es serut 200 gr tepung tapioka 2 sdt garam Bahan Saus: 2 siung bawang putih, cincang halus 200 ml kaldu ayam 1/2 sdm saus tiram 1 sdm saus tomat 1 sdt kecap manis 1/2 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1/2 sdt cabai bubuk 1/2 sdt minyak wijen 1 sdm sagu, larutkan bersama 2 sdm air 1 sdt wijen putih 1 sdm minyak, untuk menumis

Cara Membuat70 buah : 1. Saus, tumis bawang putih sampai harum. Tuang kaldu ayam. Aduk rata. Bubuhi saus tiram, saus tomat, kecap manis, garam, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang minyak wijen. Aduk rata. 2. Kentalkan dengan larutan sagu. Aduk sampa meletup-letup. Tambahkan bubuk cabai dan wijen. Aduk menyebar. Sisihkan. 3. Haluskan daging giling dan es serut dengan food processor. Masukkan tetelan, bawang putih, tapioka, dan garam. Giling sampai halus. 4. Ambil adonan. Bentuk bulat. Masukkan ke dalam air panas. 5. Nyalakan apinya. Masak di atas api sedang sampai pentol terapung. Tiriskan. Sajikan pentol bersama saus.

Pentol Jamur 25 buah

Bahan: 300 gr daging giling 100 gr tetelan, cincang 20 gr jamur kuping, seduh, cincang kasar 3 sdm bawang putih goreng, haluskan 150 gr es serut 200 gr tepung tapioka 1 sdt garam 50 gr saus cabai 50 gr mayonaise 2 sdm cabai bubuk, untuk taburan

Cara Membuat: 1. didihkan air. Matikan apinya. Sisihkan. 2. Haluskan daging giling dan es serut dengan food processor. Masukkan tetelan, bawang putih, tapioka, dan garam. Giling sampai halus. Masukkan jamur kuping. Aduk rata. 3. Ambil adonan. Bentuk bulat. Masukkan ke dalam air panas. 4. Nyalakan api. Masak di atas api sedang sampai pentol terapung. Tiriskan. 5. Sajikan bersama saus dan mayonaise. Taburi cabai bubuk.

Categories
News

Duit Elektronik bag5

Sama seperti kita dulu tidak perlu menegas-negaskan apakah akan membayar dengan uang kertas atau uang logam. Nah, apa jadinya dengan ”rumus” bahwa tiada yang bermakna di luar wacana? Kiranya bukan rumusan tersebut yang tidak berlaku lagi, melainkan bahwa makna ”uang” tidak lagi bergantung pada ”benda-benda” seperti kertas merah bergambar Sukarno-Hatta atau koin logam dengan lambang negara Garuda Pancasila, melainkan suatu kontrak budaya tersepakati bahwa terdapat nilai fnansial teralihkan, tepatnya terbayarkan tunai, ketika angka-angka tertentu diketik pada mesin gesek di meja kasir.

Bagi kelompok sosial tertentu, kata-kata seperti ”punya duit” dan ”tidak punya duit” memang terhubungkan dengan fakta nominal akurat sampai ke titik-komanya—tanpa keterlibatan uang kertas ataupun uang logam secuil pun. Dalam hal ini, kata uang jelas masih menjadi penanda bagi nilai fnansial yang sama, tapi merupakan pergeseran bahasa pula betapa uangnya tidak (perlu) ada.

Categories
Parenting

Risiko Pada Mama

# Infeksi Air merupakan media yang sempurna untuk penyebaran bakteri. Walau air disediakan dalam kondisi steril, masuknya tubuh Mama dan campur tangan petugas medis membuat kebersihan air menjadi berkurang. Terlebih pada saat mengejan, sangat mungkin kotoran dari anus Mama keluar dan me nyebar di air. Kondisi tersebut bisa saja memicu infeksi bila terjadi robekan pada otot vagina Mama atau saat air tertelan buah hati.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

# Perdarahan Bila terjadi robekan pada otot vagina setelah kelahiran, dokter tak bisa lang sung mengambil tindakan. Mama harus lebih dahulu berpindah tempat, sehingga risiko perdarahan bisa terjadi lebih parah.

# Terlalu lama berendam di dalam air. Proses persalinan bukanlah proses yang sebentar, terlebih untuk anak per tama, apalagi saat bayi mengalami hambatan di jalan lahir. Berendam di da lam air dalam waktu lama bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi Mama.

Risiko Pada Bayi

# Bayi menghirup air kolam. Saat masih di dalam kandungan, bayi bernapas melalui plasenta. Saat lahir ke dunia dan terpu tus dari plasenta, paru-paru bayi akan langsung mengembang dan bayi mulai bernapas. Bila bayi mengalami masalah yang membuatnya terhambat di jalan lahir atau tenaga medis telat mengang kat bayi dari kolam, kemungkinan besar bayi bisa menghirup air. Air yang masuk ke paru-paru sudah pasti akan menimbulkan masalah pada pernapasan bayi, bahkan berisiko kematian.

# Bayi bisa kedinginan atau kepanasan karena suhu air yang tak bisa dijaga. Beberapa tempat bersalin bahkan hanya menambahkan air termos untuk menjaga air tetap hangat. Padahal, menjaga suhu air dan ruangan agar sesuai dengan kemampuan bayi baru lahir sangatlah penting untuk membuatnya tetap dalam kondisi sehat.

# Tidak mendapat evaluasi penuh dari dokter. Pada persalinan normal, dokter/bidan bisa dengan mudah memantau jalan lahir untuk mengan tisipasi masalah yang mungkin timbul selama proses persalinan. Tak demikian halnya saat Mama berendam dalam air, karena per gerakan mereka akan sangat terbatas. Saat bayi tertahan di jalan lahir, misalnya, dokter tidak bisa dengan mudah melihat dan meng ambil tindakan. Hal-hal tersebut sudah tentu mengurangi kesejahteraan bayi selama proses kelahiran.