Categories
News

Bikin Betah dengan Sentuhan Judi online yang Personal

Bikin Betah dengan Sentuhan Judi online yang Personal Begitu mudah Tabloid RUMAH menemukan detail dan kondisi yang berbeda di rumah ini dengan rumah-rumah pada umumnya. Permainan warna, pilihan aksesori, pemberian ornamen, dan penggunaan furnitur, serta penyediaan ruang, sangat menunjukkan perbedaanperbedaan itu. Sarat Makna dan Pesan Bukan hanya menjadikan rumah sebagai bangunan tempat tinggal, Dipa dan Desy juga menjadikan rumah sebagai sarana untuk menerapkan nilai-nilai kehidupan bagi anak dan keluarganya.

Bikin Betah dengan Sentuhan Judi online yang Personal

Mengutip quote-quote menarik dan bermakna dan menjadikan itu sebagai dekorasi rumah, adalah salah satu caranya. “Selain unik, pesan-pesan ini akan selalu mengingatkan kami, karena setiap kali dapat dilihat dan dibaca,” ucap Desy menambahkan. Sambutan unik dan bermakna hadir pertama kali saat kami memasuki rumah melalui pintu utama yang terbuat dari kayu jati dengan detail simpelnya. Sebuah ornamen berupa terjemahan dari salah satu surat Al-Ashr , terpampang pada dinding depan. “Demi Masa” adalah arti tulisan di surat itu. “Itu untuk mengingatkan kami sekeluarga dan juga siapa pun yang datang agar tak menyia-nyiakan waktu dan menggunakan waktu dengan bijak.

Jangan sampai kesibukan dan hal lain membuat kita banyak kehilangan waktu untuk di rumah bersama keluarga,“ ujar Desy memberi alasan mengapa memilih ayat itu. Di samping dinding bertuliskan ayat ini, ada ornamen jam pasir yang senada bicara soal waktu yang terus berjalan, yang memberi makna bahwa apa yang sudah kita gunakan tak akan bisa kembali kita ulang. “Alokasi waktu bagi kami menjadi hal penting. Anak-anak punya waktu sendiri buat kegiatan mereka seperti belajar, bermain, tidur, dan lain-lain. Demikian pun kami orang tuanya harus bekerja, melakukan kegiatan sosial bermasyarakat, dan juga menemani mereka di rumah,” tutur ibu dari 3 orang anak, yang memiliki bisnis mendesain dan membuat pakaian anak ini. Kombinas Nature dan Colour Konsep umum penataan interior di rumah ini adalah mengombinasikan warna alam dan netral —dalam hal ini diwakili cokelat pada lantai dan putih pada dinding dengan warna-warni furnitur dan dekorasi yang menjadi aksennya.

Aneka warna segar mencipta suasana ceria di dalam rumah ini. Desy dan Dipa menyukai warnawarna cerah karena lebih memberi gairah dan semangat. Untuk pilihan furnitur, mereka menghindari furnitur satu set dan lebih memilih berdasarkan fungsinya. Seperti meja makan kayu yang mereka gunakan sebagai meja di ruang tamu. Aslinya, meja itu dijual dengan kursi-kursi pelengkapnya, satu set. Namun, mereka memilih hanya memakai mejanya dan melengkapi dengan kursi-kursi dengan warna dan material berbeda. Hasilnya, ruang ini jadi lebih terlihat menarik dengan aneka warna dan bentuk furnitur yang mengisinya. Dengan pilihan meja besar ini di ruang tamu, Desy dan Dipa dapat menyambut para tamunya dan makan bersama. “Kami suka mengajak teman atau siapa pun yang berkunjung ke rumah kami dengan makan bersama. Komunikasi jadi lebih santai dan terbuka,” ucap Dipa yang bekerja di salah satu agency periklanan. Desain Simpel Dipa dan Desy sama-sama suka dengan material kayu karena musala di lantai atas hanya menghadirkan karpet dengan peralatan salat ditaruh pada rak kayu yang unik.

karakter hangatnya, namun, desainnya tak mau yang ribet. Karenanya, beberapa elemen kayu yang ada di rumah ini didesain simpel dan “ringan”. “Tak semua furnitur kami buat dengan cara custom. Ada juga yang kami beli dengan model yang sama dengan yang dibeli orang lain. Namun, ketika ada di rumah kami, maka pasti ada yang kami buat beda. Caranya dengan memberi detail khusus,” ujar Desy seraya menunjuk kabinet TV yang ada d ruang keluarga. Di setiap pintunya dinamai dengan tulisan layaknya sebuah remote televisi. Hal yang sama dilakukannya juga untuk barang-barang lainnya, seperti penggunaan black board yang menampilkan menu keluarga. Juga, aneka bingkai yang banyak dijual secara retail di pasaran, dibuat beda oleh Desy dengan pilihan objeknya. “Semua pajangan ini menampilkan kekhasan kami sebagai keluarga,” kata Desy menambahkan. Skala Prioritas Tentang pengolahan ruang, Dipa dan Desy sepakat menggunakan prinsip skala prioritas.

Ruang yang paling dibutuhkan dan banyak digunakan saat ini, itulah yang didahulukan untuk dilengkapi dan diolah. “Kamar anak-anak ada di lantai atas. Namun karena mereka masih ingin bersama dengan kami terus, maka sementara kamarkamar itu belum sepenuhnya kami lengkapi fasilitasnya. Toh belum dipakai saat ini, “ujar Desy. Kamar utama yang ada di lantai dasar, menjadi tempat tidur bersama keluarga ini. Karenanya, mereka meniadakan ranjang dan menggantinya dengan panggung dan kasur besar sebagai sarana tidur dan bercengkerama. “Meski ada yang bilang, ngumpul terus memang engga baik, tetapi ya kami yakin, pada saatnya anak-anak akan mau untuk tidur di kamarnya sendiri,”ujar Desy yakin. Jika Anda tak melihat dapur dalam tampilan foto-foto di rumah ini, memang Desy tak meletakkan dapur di bagian dalam rumahnya. Satu kitchen set mungil ada di area carport. Di situlah asisten rumah tangga Desy biasa memasak makanan “ringan”.

Dapur yang hanya tertutup di bagian atapnya ini, terbuka ke arah carport. “Dari dulu saya tak suka dan jarang sekali memasak, jadi engga begitu perlu dengan kehadiran dapur di dalam rumah. Mending ruang dalam kami gunakan untuk fungsi lainnya,” ujar Desy memberi alasan. Begitulah, apapun alasannya, sudah sewajarnya jika sebuah rumah ditata menurut kebutuhan dan selera setiap keluarga. Dan ketika setiap detail rumah ditata dengan sentuhan personal pemiliknya, maka detail itu akan menjadi kekuatan yang memberi jiwa pada rumah dan menyatu dengan pemiliknya. Ingin betah di rumah? Seperti yang dilakukan keluarga ini, beri kekhasan pada rumah dengan detail personal keluarga Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *