Categories
News

Rengginang Tulang Ikan ala Catering Jakarta Barat

Rengginang Tulang Ikan ala Catering Jakarta Barat

Jadi Favorit Seiring waktu, Agung tak hanya menggunakan tulang ikan lele sebagai bahan utama produk snacknya. Ia juga menggunakan limbah tulang ikan tuna untuk diolah menjadi pasta sebagai campuran adonan snack. Namun penggunaan tulang ikan yang berbeda tak dicampur menjadi satu, demi menghindari rasa yang tidak pas. Dalam satu hari, Agung dan Rahayu dibantu empat karyawan memproduksi tak kurang dari 8 kg stik tulang ikan, 6 kg untir-untir tulang ikan ubi ungu, dan 12 kg rengginang tulang ikan. Aneka camilan tadi dikemas dalam plastik berbagai ukuran.

Untir-untir tulang ikan ubi ungu dalam kemasan 100 gram, stik tulang ikan dalam kemasan 250 gram, dan rengginang mentah dalam kemasan 200 gram. Harga per kemasannya bervariasi, mulai Rp 8 ribu hingga Rp 29 ribu. Semua produk Jenkid Cans, kata Agung, bebas mSG dan tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga rengginang tulang ikan yang dikemas dalam keadaan mentah hanya mampu bertahan maksimal 6 bulan, Sedangkan snack lainnya hanya tahan 3 bulan. Rengginang tulang ikan bahkan menjadi salah satu produk yang paling digemari.

Kenalkan Produk Lewat Pameran

Saat ini, produk Jenkid Cans tak hanya dijual secara pribadi oleh Agung, melainkan sudah tersebar di banyak toko oleh-oleh di sekitar Purworejo. Agung dan Rahayu juga aktif mengikuti aneka pameran di area Jawa Tengah, demi ikut meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya makan ikan dan pengolahan limbah tulang ikan. menurut berbagai penelitian, tulang ikan mengandung sejumlah nutrisi baik bagi kesehatan. Seperti mengandung protein dan kalsium, yang sangat baik untuk kesehatan tulang bila dikonsumsi manusia.

Dari mengikuti berbagai pameran, tak jarang snack berbahan tulang ikan produksi Jenkid Cans dibawa hingga ke luar Jawa Tengah sebagai oleh-oleh khas Purworejo. Agung berharap, Jenkid Cans makin dikenal lebih luas oleh lebih banyak kalangan. Kini sudah ada beberapa warga Purworejo yang mulai ikut membuat aneka camilan seperti yang Agung dan Rahayu lakukan. Ke depannya, Agung ingin mencoba jenis ikan lain untuk dijadikan bahan utama produk snacknya, plus mengolah limbah tulang ikannya. “Ingin coba menggunakan ikan salem,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *